Kemiripan Ten Hag Dengan Guardiola
Di bawah pedoman Ten Hag, Utrecht demikian fleksibel secara cara. Mengagetkan bagaimana suatu club medioker dari liga medioker dengan sejumlah pemain Agen Slot Terpercaya medioker bisa lakukan pekerjaan yang wajarnya cuman bisa disanggupi sejumlah pemain elite. Tapi kalau ingat pelatih mereka merupakan Ten Hag, masalah ini jadi tidak demikian mengagetkan.
Pendekatan Ten Hag di tingkat pemain terhitung mengagumkan. Ia peminat yang bagus, dan bisa memandang banyak pemain juga dari teknik mereka bereaksi kepada kekeliruan. Memercayakan hasil penilaian ini, Ten Hag tentukan pendekatan terunggul buat tiap-tiap pemain. Dengan kenal tiap-tiap pemainnya juga Ten Hag tentukan siapa sesuai main sama siapa dalam metode apa.
"Di Belanda, mengolah metode 4-3-3 nyaris sama dengan penodaan agama, tetapi Ten Hag gunakan metode-sistem tidak serupa jadi senjata," kata Urby Emanuelson, pemain Utrecht. "Ia mengerjakan apa yang Pep laksanakan. Ia mengganti beberapa perihal, melawan kepercayaan, dan menghendaki banyak pemain bisa tampil fleksibel. Barcelona, Manchester City, dan Bayern melaksanakannya. Mereka permainkan tiga atau empat metode tidak serupa, kadang-kadang pada suatu kompetisi."
Tapi Ten Hag pamit lebih dahulu. Sementara Pep anyar tinggalkan Bayern di musim akhir ke-3 , Ten Hag pulang ke Belanda sehabis musim ke-2 . Meskipun begitu, Togel Hari Ini ia tak pergi demikian saja. Sebelumnya tinggalkan Bayern, Ten Hag telah menyembahkan titel juara Regionalliga musim 2013/14.
1/2 tahun saja Emanuelson merasai bekerja di bawah pedoman Ten Hag, tetapi pemikirannya berlaku lantaran ia memiliki pengalaman dikerjakan banyak pelatih bagus pada waktu jadi pemain Roma, Milan, dan Ajax. 1/2 tahun saja Ten Hag menanggulangi Emanuelson lantaran pada Desember 2017, Ten Hag berpindah ke Ajax.
1/2 tahun tidak cukup waktu buat membenahi keributan di Ajax, tetapi kerja Ten Hag terhitung cukup bagus dengan bisa bawa Ajax duduki rangking ke-2 Eredivisie 2017/18 dan lepaskan klubnya ke Liga Champions UEFA musim ini. Menanggulangi club yang makin besar lantas bawa keuntungan spesifik buat Ten Hag. Rataan pointnya dalam 31 kompetisi (selama ini) bersama Ajax—2,39—lebih baik dari catatannya pada waktu menanggulangi Utrecht, Bayern II, ataupun Go Ahead Eagles. Tinggal soal waktu sampai beberapa point itu mendatangkan piala.